//
you're reading...
al-Mar'ah, Episode

Renungkanlah Saudariku

Wahai saudariku. Jika dirimu adalah wanita sejati maka patutlah engkau merasa rugi bila digilai dan disukai banyak lelaki, kemudian rela berkorban sesuatu apabila ditagih dan di rayu dengan sedemikian manisnya meski katanya atas nama “Cinta”. Padahal tak lama berselang waktu engkau pun di tinggal pergi dengan alasan sudah tidak sejalan dalam pemikiran dan prinsip meski kesucianmu telah terenggut.

Ingat, ada perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Jika lelaki maka ia tidak kehilangan apa-apa biarpun banyak wanita yang berada di sekitarnya. Sedangkan wanita, akan banyak ruginya bila setiap kali ada tangan pria yang mendarat di bagian tubuhmu tanpa alasan syar`i. Hanya dengan sekali sentuh saja, maka keindahanmu akan memudar. Bila dua kali sentuh akan berakibat hilangnya keindahan. Sedangkan kalau sudah tiga kali saja, maka tidak mustahil keindahanmu akan musnah. Akibatnya, jatuhlah harga diri tanpa ada yang mempedulikannya.

Untuk itulah, wanita dijadikan dari tulang rusuk kiri, bukan dari tulang kepala untuk memerintah lelaki dan bukan juga tulang kaki untuk menghambakan diri pada lelaki, tetapi tulang yang paling dekat dengan jantung lelaki untuk bisa merasakan setiap degup jantung lelaki yang mencintainya dengan penuh kehormatan dan kasih sayang.

Namun ingat saudariku, lelaki amat berbangga hati bila dia mendapatkan apa yang diinginkan darimu. Dia akan senang meletakkan tangannya ke atas bagian tubuhmu sedangkan ia sadar melakukannya. Padahal sebenarnya dia tidak berhak berbuat semacam itu. Untuk itu, lihatlah kehidupan dari sudut pandang yang positif. Agar dengannya kau pun dapat memelihara diri dari bermacam godaan kesenangan duniawi yang sementara ini. Atau percobaan lelaki yang hanya ingin meletakkan noda di atas bersihnya dirimu.

Wahai saudariku renungkanlah. Dimanakah nilai dirimu bila ia telah hilang sebelum waktunya? Apakah akan tetap di pandang mulia bila sebelumnya telah terjatuh ke tempat yang kotor (maksiat, zina) dan sayapmu patah sebelum bisa terbang? Kasihanilah dirimu dengan menjadikannya berharga. Sebab, nilai dirimu hanya terletak pada harga diri yang seharusnya hanya sanggup dibayar oleh seorang lelaki dengan nilai kejujuran, keshalihan, cinta yang suci dan iman yang kuat.

O… apalah arti di gilai bila yang menggilai adalah lelaki yang tidak tau diri. Pria-pria yang hanya menjadikanmu sebagai “alat” pemuas kebutuhannya. Engkau pun tidak berharga biarpun tinggi nilainya di mata lelaki hidung belang. Tetapi, bila engkau terus menjaga diri dalam kebenaran prilaku dan akhlak sehari-hari, maka di mata lelaki yang jujur dan shalih kau akan selalu menjadi mutiara yang memancar terang dari puncak keindahan.

Ya. Memang sulit dan sangatlah sedikit dari sekian banyak lelaki yang telah meletakkan cintanya di atas kejujuran dan iman yang kuat. Dan begitu sukarnya pula mencari lelaki yang terbaik, sebab ia satu dari seribu dan tidak selalu ada dimana-mana. Namun sadarilah bahwa akan lebih baik menunggu dengan hati-hati daripada salah pilih. Meski kesabaran selalu menjadi cobaannya, itu tentu lebih baik daripada cepat mendapatkan pendamping tapi kesudahannya hanya mencemarkan kehidupanmu.

Biarlah hidup sendiri tapi mendapatkan nilai budi, daripada hidup berdua tetapi menjadi pencetus dosa Neraka. Biarlah sulit bertemu jodoh tetapi dekat dengan Tuhan, daripada kerap bertemu lelaki tampan namun tidak setia dalam mencintai. Biarlah hidup menyendiri tapi tetap menjaga harga diri, daripada hidup dikelilingi banyak lelaki yang bisanya hanya menghilangkan kesucian.

Sumber: http://oediku.wordpress.com/2011/06/10/renungkanlah-saudariku/#more-3778

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 8,598 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: