//
you're reading...
Opini, Surat Pembaca

Suju-kah Idola Kita?

“Ganteng, tampan, suara bagus, berasal dari keluarga miskin dan nggak sombong,” ujar Wulan dan April memberi keterangan pada media di Jakarta mengenai personel idola mereka, Suju. Keduanya mahasiswi asal Lampung yang nekat mencarter mobil bersama 15 rekannya sesama ABG demi menyaksikan Siwon cs. Tak lupa mereka menggunakan berbagai aksesoris dengan nama-nama personel boyband pujaannya itu.

Lebih gila lagi, beberapa ELF –sebutan fans Suju– rela datang sejak subuh, meski konser baru dibuka malam hari. Sebut saja Nabila yang mengaku ini bukan kali pertama menyaksikan Suju karena sebelumnya telah beberapa kali nonton di Singapura.
Yah, rupanya tidak hanya itu, masih banyak ABG labil yang mengaku fans Suju ini memilih berbagai cara untuk mengekspresikan dirinya. Bahkan ada yang rela menangis-bombay di Bandara menunggu idola mereka lewat hingga berteriak histeris minta dinikahi Siwon atau Dong Hae. Miris, bila kita melihat begitu banyak remaja muslim Indonesia hanya menjadi generasi pembebek, cemen plus lebay.

Sungguh memprihatinkan. Remaja sebagai aset bangsa, generasi penerus yang akan melanjutkan tonggak estafet pemerintahan ternyata berada dalam kondisi terbius. Rela mengorbankan harta, waktu, pikiran dan tenaga demi melihat langsung sang idola. Tidak tangung-tangung mereka pun membentuk fans club sebagai ajang kumpul mereka.
Ya, globalisasi budaya pop Korea atau Hallyu telah berhasil memengaruhi kehidupan masyarakat dunia, terutama kaum remaja. Semua ini tidak dapat dilepaskan dari ideologi kapitalisme yang mengungkung kehidupan masyarakat. Gaya hidup membebek, cemen, alay, hedonis, liberalis, dan materialistis telah menjadi santapan sehari-hari. Remaja pun terhipnotis hingga tak sadarkan diri.

Lantas apa yang didapat? Apakah mereka bertambah pintar, cerdas, shalih dan shalihah setelah bertemu Suju? Tidak. Mereka hanya mendapatkan kesenangan semu. Pengorbanan yang telah dikeluarkan tidak bernilai apa-apa, hanya kesia-siaan.
Ironis memang, sedangkan kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam hidupnya, yaitu orangtua, guru bahkan suri tauladan kita Rasulullah Muhammad saw, mereka tidak pernah sebegitu histerianya. Bahkan, bisa jadi apa yang telah mereka lakukan kepada Rasul, orangtua dan guru selama ini belumlah layak disebut pengorbanan.
Padahal hanya Rasulullah Muhammad saw dan para shahabatlah kita menjadikannya panutan. Jadi, siapa sesungguhnya idola kita? Tentu kita bukanlah dari golongan yang tidak beriman, bukan? Dari Anas ra, ia berkata; telah bersabda Rasulullah saw: “Tidak beriman seorang hamba hingga aku lebih dicintai daripada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia yang lainnya.” (Mutafaq’alaih).

Bogor, 2 Mei 2012
Ayati Fa,

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

2 thoughts on “Suju-kah Idola Kita?

  1. great artikel…Allah SWT & para Rasulullah SAW idola saya 😉

    Posted by BundaPoetry | 27 Juni 2012, 12:34 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 8,598 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: