//
you're reading...
al-Mar'ah, Opini, Surat Pembaca

Menolak Gebrakan (Kondomisasi) Menkes Untuk Remaja

Setelah lebih dari satu bulan berpulangnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun akhirnya resmi melantik Nafsiah Mboi sebagai Menteri Kesehatan yang baru di Istana Negara, Kamis (14/6). Nafsiah Mboi resmi menjabat sebagai Menteri Kesehatan di usianya yang ke 72. Ia diangkat lewat Keputusan Presiden RI Nomor 61/P/2012 dan ditetapkan di Jakarta, 13 Juni 2012 (republika.co.id/14/6/2012).

Dalam acara jumpa pers yang digelar di Ruang Leimena kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (14/6/2012), Menkes tampaknya masih belum dapat mengemukakan program-program kerja seperti apa yang akan dilaksanakan secara konkrit. Namun, saat ditanya mengenai permasalahan HIV/AIDS yang telah menjadi isu yang akrab ditangani selama beberapa tahun terakhir, Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini berharap dapat melakukan gebrakan. Yaitu, mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapatkan kondom (detik.com).

 

Remaja dalam Cengkeraman Seks Bebas

Tampaknya predikat sebagai negara terkorup dan terbanyak pemakai narkoba belumlah cukup menjadi “prestasi” yang disandang Indonesia.  Kini Indonesia pun memiliki predikat anyar. Yakni sebagai negara dengan pengakses situs porno nomor satu sedunia. Torehan ini tentu memalukan. Menurut data dari search engine, menyebutkan, Indonesia menjadi negara pengakses situs pornografi tertinggi di dunia, jelas Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, (jpnn.com, 16/6/2012).

Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring pun menuturkan, bahwa berdasarkan riset pornografi di 12 kota besar Indonesia terhadap 4.500 siswa-siswi SMP, ditemukan sebanyak 97,2 persen dari mereka pernah membuka situs porno. Selanjutnya, 91 persen dari mereka sudah pernah melakukan kissing, petting atau oral sex. Bahkan, data tersebut juga menyebutkan 62,1 persen siswi SMP pernah berzina dan 22 persen siswi SMU pernah melakukan aborsi, (jpnn.com, 16/6/2012). Bahkan, Menkes sendiri mengungkapkan, menurut data dari BKKBN sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya (detik.com).

Data itu tentu sangat mengejutkan dan kita pun akan semakin dibuat kaget dengan berbagai temuan di lapangan yang semakin meningkat. Terdapat lebih dari 400.000 kasus HIV/AIDS di Indonesia per 2010 (Detiknews, Kamis, 17/05/2012). Dan khusus di Ibukota Jakarta tercatat ada 1.597 kasus HIV baru dan 1.466 kasus AIDS dengan tingkat prevalensi 5,3/100.000 penduduk dan terus bertambah. Di mana Jakarta merupakan provinsi dengan estimasi warga berisiko tinggi terbesar yaitu 854.340 orang. (Detiknews, Senin, 28/05/2012).

 

Akar Masalah

Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penularan dan pencegahan virus HIV/AIDS menjadikan Indonesia sebagai negara tercepat dalam penularan HIV/AIDS di Asia (kompas.com). Bahkan, dalam setahun diperkirakan 1 juta kasus baru HIV/AIDS di Indonesia. Dimana 92% dari kasus tersebut merupakan usia produktif termasuk anak-anak dan remaja.

Sungguh suatu kondisi yang amat memprihatinkan. Remaja sebagai aset bangsa, generasi penerus yang akan melanjutkan tonggak estafet pemerintahan ternyata berada dalam bahaya besar. Arus globalisasi saat ini, menjadikan berbagai informasi berjejalan masuk tanpa penyaring. Mulai dari berpegangan tangan, ciuman, hingga seks bebas merupakan suatu hal yang lumrah dilakukan remaja saat ini. Gaya hidup hedonis, liberalis, materialistis telah menjadi santapan sehari-hari. Tontonan yang vulgar, maraknya film-film porno, pembagian kondom gratis yang berkedok penanggulangan HIV/AIDS pun turut andil dalam memperbesar laju meningkatnya seks bebas dan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.

Sungguh propaganda yang menyesatkan, bila penggunaan kondom dikampanyekan akan dapat mencegah dari penularan virus HIV. Kondom didesain sebagai alat kontrasepsi, pencegah kehamilan bukan sebagai penangkal menyebarnya virus HIV ini. Kalangan ahli juga telah memberitakan bahwa pori-pori kondom memiliki diameter lebih besar dari virus HIV, berarti virus ini tetap bisa menerobos meski telah memakai kondom. Lebih penting lagi, seks di luar nikah (zina) adalah dosa besar, baik menularkan HIV atau tidak. Menyebabkan terjadinya kehamilan atau tidak.

 

Pemakaian Kondom Mencegah HIV/AIDS?

Remaja muslim kini benar-benar berada dalam cengkraman bahaya akibat kapitalisme-liberalisme. Perusakkan generasi telah berjalan di berbagai lini. Solusi kondomisasi yang dikampanyekan oleh sebagaian kalangan memperlihatkan dengan jelas solusi rusak yang mengancam generasi kita. Termasuk dengan gebrakan Menkes kepada remaja yang menjadikan penggunaan kondom sebagai program andalan untuk menurunkan angka pengidap HIV/AIDS adalah solusi yang harus kita kritisi dan kita tolak.

Program kondomisasi yang digawangi UNAIDS yang dianggap sebagai solusi global penanggulangan HIV/AIDS tidak akan mampu memberikan solusi yang komprehensif. Solusi yang diberikan tidak akan pernah bisa menghentikan laju penyebaran virus HIV/AIDS ini. Karena, sosialisasi kondom ini tidak akan pernah memutus mata rantai utama penyebaran virus HIV/AIDS yaitu melalui seks bebas. Kondomisasi hanya dapat mencegah kehamilan yang tak diinginkan.

“Setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit atau kehamilan yang tak diinginkan adalah hubungan seks yang berisiko,” tegas Menkes. (detik.com, 15/6/2012)

Artinya apa? Dengan pernyataan di atas dapat dimaknai bahwa remaja sangat rawan melakukan seks bebas. Dan agar seks yang dilakukan aman (dalam arti terbebas dari penularan HIV/AIDS dan kehamilan yang tak diinginkan) maka, pakai saja kondom! Sungguh program ini sangat berbahaya. Karena seks bebas akan semakin merajalela. Program yang sangat membahayakan ummat. Untuk itu,katakan: tolak kondomisasi untuk remaja!

Dengan kembali pada aturan Allah lah solusi tuntas penanggulangan HIV/AIDS akan terpecahkan. Tertutupnya aurat menjadi benteng diri bagi remaja. Terjaganya pergaulan antara pria dan wanita, menutup kemungkinan terjadinya pergaulan bebas. Hukuman dera, rajam semakin memberi efek jera bagi penggemar zina. Sungguh, Syariat Islam membawa rahmah bagi seluruh alam.

 

Bogor, 17 Juni 2012

Ayati Fadhilatunnisa

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

One thought on “Menolak Gebrakan (Kondomisasi) Menkes Untuk Remaja

  1. I wanted to tell you that I usually access this blog via my iphone, when
    I am on the train to work, and it is one of the few blogs that are watchable on cell phones, and
    without squinting your eyes.

    Posted by http://shemalehugecock.tumblr.com/ | 24 Oktober 2013, 1:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: