//
you're reading...
Puisi

KUDEKAP ENGKAU DENGAN PUISI

KUDEKAP ENGKAU DENGAN PUISI
: Dunia Aksara

saat itu ketika kau tanya, apa yang aku bisa?

pelan kujawab, “sebenarnya, aku sangat suka puisi”

mungkin engkau tersenyum

lalu kupinang dengan Titip Mimpiku dalam Tidurmu

kemudian mengalir bersama Jelajah-ku, Nyanyian Batu

bersama dalam Titian Rindu

kuselipkan sekeranjang aksara, Pada Rindumu Ingin Berlabuh

 

membangun cinta, kerinduan, keakraban, riak-riak kecil, keluarga, religi, perjuangan hidup…

 

kubentangkan Oase dalam Diam

gigilku Tanpamu, Tentang Semalam

kurangkai Syahadat Cinta untuk Tembang Menjelang Pagi

 

aku pun Memetik Hujan untuk mengeja Rindu Bidadari

memisterikan Nama seorang Dinda

dalam rukuk sujudku untuk menjemput

Bulan yang bulan

 

Tuhan,

Setitik Air di Lautan Kasih-Mu

membasuh Rona di wajah yang Kuncup

dalam sebuah realita

: (Bukan) Negeri Dongeng

 

biarkan Derai mengisahkan Sepenggal Cerita

tentang sebuah Jejak, bunga-Bunga Rindu

 

ikhlas…

saat gema Takbir Memanggil Kenangan

memutari Ka’bah di Hatiku

seperti Pisau yang menikam kelam

di persada dunia aksara

Kutanam Benih-Benih Rasa di Rahim Puisi

 

kita yang selalu dibuai asa

Jangan Ragu Katakan Cinta

berjuang Menjemput Janji Sebelum Ada

menuju Jiwa yang Tenang (Merangkai Takdir)

membangun Sketsa Taman di Wajah Surga

 

sungguh

Di Hati, Damai Itu Indah

 

terakhir Buat Cinta:

takkan kubiarkan aksara terserak sia-sia

serupa jalan rindumu

mengeja puisi

 

Karang Indah

Yogya, 021112

 

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

6 thoughts on “KUDEKAP ENGKAU DENGAN PUISI

  1. Indah banget sajak puisinya gan, berbakat sekali untuk jadi seniman

    Posted by Maxgrosir | 3 Desember 2013, 11:54 am
  2. Bagus banget gan tulisan puisinya!! berjiwa seni,

    Posted by Istanamurah | 4 Februari 2014, 12:14 pm
  3. sejenak jadi terenyuh membaca puisi yang indah ini

    Posted by ade | 19 September 2015, 1:27 pm
  4. seni puisi itu indah ia… itu yang bisa menyentuh hati

    Posted by mahamurah | 10 Februari 2016, 3:48 pm
  5. ijin copas gan puisinya bagus banget buat update status hehe

    Posted by model baju baru | 10 Maret 2016, 2:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: