//
you're reading...
Puisi

Masihkah Ada Cinta; Kita?

cintaMasihkah Ada Cinta; Kita?

“menulis opini. menulis prosa. menulis puisi curahan hati.

ayo kawan semua menguntai kata-kata. menebar rasa cinta ke sesama”

yel-yel itu begitu melekat di benakku. kugubah dari lagu “di sini senang di sana senang” kunyanyikan bersama teman-teman. sayangnya aku lupa membawa gitar. hingga, pagi ini setelah semalaman berpikir tentang kita: aku dan engkau, kanda. tiba-tiba aku ingin menyanyikan yel itu lagi.

kini, cinta telah terbuang ke selokan-selokan, bukan? atau, cinta memang sudah langka di pasaran?

kita telusuri jalanan kota yang semakin sesak dengan ribuan angkotnya. asap knalpot bersemburan beradu dengan suara yang memekakkan telinga. oh, wajar saja hingga mobil-mobil mewah yang tertutup rapat berpendingin itu tak mendengarnya. nyanyian gadis kecil berbaju lusuh yang memainkan kicrikan, pemuda-pemuda menenteng gitar dengan dandanan anti kemapanan. juga ibu-ibu yang mengajarkan bayi-bayi mungilnya cara mencari recehan. oo, kemana para pecinta itu kini berada, kanda? yang berbusa-busa menjual bahasa retorika basi dan dibeli hanya dengan colokan jari. kemana?

kujang masih menantang. menjadi saksi  bergumulnya berbagai polusi. dan di lorong bawah tanah yang terbengkalai tak pernah dipakai itu bertebaran beraneka selongsong sisa-sisa kebejatan prilaku hewan. duhai, kanda, ini zaman apa? pemuda-pemudi boncengan ngangkang berasyik-masyuk di jalan layang tanpa malu.

bilakah pergantian pemimpin adalah solusi. lalu, sampai kapan akan terus terjadi? amuk! itulah kata yang tepat yang harus kita lakukan saat ini, kanda. bukan saja mengganti rezim korup perampok uang rakyat. tapi juga harus menggulingkan sistem kapitalis-liberal yang hanya membela pemilik modal.

sebelum kita pulang, kanda. mari, berdua kita menyusuri lorong-lorong sepi di tengah hiruk-pikuknya gemuruh hati. masihkah ada cinta; kita di sebalik dada ini.

kota hujan, 21.02.2013

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

4 thoughts on “Masihkah Ada Cinta; Kita?

  1. tukar link nya ya,, thnks,,,

    Posted by ainurrafik | 13 April 2013, 3:43 pm
  2. nampaknya menarik untuk dijadikan tema sebuah lagu,,

    Posted by Istanamurah | 3 Desember 2013, 11:43 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 8,598 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: