//
you're reading...
Episode

Taman Baca TPA Hidayatul Irsyadiya Kuamang Kuning

Jalan Dari Jambi Menuju Kuamang Kuning

Jalan Dari Jambi Menuju Kuamang Kuning

Apakah Anda pernah mendengar sebuah daerah yang bernama Kuamang Kuning? Kuamang Kuning adalah daerah transmigrasi yang terletak di Kabupaten Bungo,  Propinsi Jambi. Beberapa penduduknya adalah pindahan dari Jawa karena menjalankan program pemerintah pada masa Presiden Soeharto, yaitu Bedol Desa.

Kuamang Kuning terdiri dari 20 unit atau desa, dengan topografi berbukit-bukit dan berawa-rawa. Bila Anda ingin berkunjung ke sana, Anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 5-6 jam dari kota Jambi dengan ongkos  sekitar Rp100.000,- s.d Rp120.000,- (Ongkos terakhir pulang pada bulan Oktober 2013).

Iya, Kuamang Kuning kini semakin berkembang. Listrik sudah masuk desa, meski hampir tiap hari mati. Tapi anehnya warga Kuamang sangat “sabar” menghadapi semua itu, tidak pernah “protes” karena kenaikan listrik, BBM dan lainnya. Mereka “kebal” dengan berbagai kondisi dan mudah beradaptasi dengan segala yang ada. Demikian pula dengan harga kebutuhan pokok, jarak yang jauh menjadikan berbagai bahan pokok lebih mahal bila dibandingkan dengan di kota apalagi di Jawa. Belum lagi bila musim penghujan begini, beberapa jalan keluar-masuk ke Kuamang bisa “terputus” akibat pasang atau kebanjiran. Alhamdulillah, apapun keadaannya sekarang sudah lebih baik daripada 5 – 10 tahun lalu.

Jalan Kebanjiran

Jalan Kebanjiran

Saya 12 tahun tinggal di Kuamang, tepatnya di Kuamang Kuning 19. Tapi kini saya tinggal di Bogor dan hanya pulang setahun sekali. Dulu saya ke sekolah berjalan kaki, atau paling banter naik sepeda. Masih banyak hutan, bahkan di belakang rumah orang tua saya masih hutan liar. Kini hutan-hutan itu telah berubah menjadi kebun karet atau kelapa sawit. Pernah bertemu dengan Suku Anak Dalam? Iya, juga beraneka macam binatang hutan, saya pernah menjumpainya. Tidak hanya itu. Hutan tropis memang memiliki keanekaragaman jenis yang melimpah, tumbuhan, hewan, jamur, bakteri dan lainnya.

Anak-anak Perempuan Menunggu Giliran Mengaji

Anak-anak Perempuan Menunggu Giliran Mengaji

Oktober 2013 kemarin saya terakhir kali pulang kampung. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Di Mushala jalan Banda Aceh Kuamang Kuning 19 saya menyaksikan anak-anak yang belajar mengaji. Wiw, ramai, pemandangan yang sudah jarang kita dapati di kota besar. Bahkan anak-anak perempuan harus mengantri  untuk belajar, sedang anak-anak yang lebih besar belajarnya selepas maghrib. Lalu, dari memantau grup Komunitas Kuamang Kuning. Saya melihat postingan foto pembangunan gedung TPA yang belum selesai. Namanya TPA Hidayatul Irsyadiya. Sebagaimana cita-cita saya sejak kecil yang ingin memiliki perpustakaan anak-anak, saya sampaikan kepada teman saya itu, bahwa saya ingin mencari sumbangan buku-buku untuk dibikin perpustakaan (Taman Baca).

Anak-anak Laki-laki Mengaji di Mushala

Anak-anak Laki-laki Mengaji di Mushala

Nah, dari komunikasi dengan teman tadi, tidak hanya buku-buku yang dibutuhkan tapi juga dana agar pembangunan lekas usai.  Sehingga anak-anak bisa belajar lebih nyaman. Bagi teman-teman yang telah mengenal saya atau belum, bila ada yang ingin menginfakkan sebagian rezekinya.

Gedung TPA Hidayatul Irsyadiya Kuamang Kuning 19

Gedung TPA Hidayatul Irsyadiya Kuamang Kuning 19

Mari. Silahkan hubungi teman saya berikut: TPA Hidayatul Irsyadiya, Jl. Banda Aceh RT/RW 02/01 Ds. Karya harapan Mukti, Kuamang Kuning 19, Kec. Pelepat Ilir, Kab. Bungo, Jambi. Kode Pos 37252. CP. Hatak Prastyo pin 25EFB2BE. Hardy pin 2AFE3638. No HP 082183563945.

Kota Hujan, 31/01/2014

Ayati Fa

*Note: Di Kuamang agak susah ngenet, selain jaringan yang lambat bila mati lampu otomatis ga bisa ngenet. 🙂

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

One thought on “Taman Baca TPA Hidayatul Irsyadiya Kuamang Kuning

  1. Have you ever considered writing an ebook or guest authoring on other websites?

    I have a blog centered on the same topics you discuss and would really like to have you
    share some stories/information. I know my audience would value your work.
    If you’re even remotely interested, feel free to shoot
    me an email.

    Posted by Car locksmith services | 23 September 2014, 7:38 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: