//
you're reading...
review

Cari Community, Yukkk…

tampilan seputar comuterline

tampilan seputar comuterline

“Sejak kapan kamu suka menulis, Ay?” tanya seorang sahabat yang sudah lebih dari lima tahun ga ketemu. Kayaknya  kamu salah jurusan deh, harusnya dulu kamu masuk kelas bahasa, katanya lagi sambil memeluk tubuhku yang menurutnya aku makin langsing. Hee..

Bukan hanya itu, beberapa teman juga berkomentar hampir sama. Seakan aku benar-benar berbeda, ujug-ujug suka tulis menulis. Padahal, kalau mau kutelusuri, kesukaan menulis itu ga muncul begitu aja. Dulu, saat belum zamannya punya HP aku biasa nulis surat untuk Ibu, bapak juga Adik di kampung, panjangnya ga ketulungan, berlembar-lembar. Berbagai kejadian yang kualami akan kuceritain semua. Bahkan saking sukanya menulis surat, aku pun pernah menulis surat untuk teman sekosan dan lainnya. Mengungkapkan sesuatu dengan surat bagiku terasa istimewa, karena bukti kalimat yang terungkap bisa kita simpan. Ya, gitu, deh, agak melow..

Hingga karena kesibukan yang lain, tiba-tiba kebiasaan menulis surat itu berhenti, aku beralih belajar menulis di blog. Tapi sayangnya belum bisa rutin tiap hari update tulisan di blog, ya gitu deh, sok sibuk.. hehe..

Bahkan ga terasa pernah hampir satu tahun blog tempat aku “berimajinasi” dan “bersembunyi” itu ga kuupdate, bukan karena aku ga menulis, tapi karena jaringan suka lambat. (tuh, kan alasan lagi.)

Lagi wira-wiri menyemangati diri sambil ngelirak-lirik blog orang. Penasaran, yang ditulis teman-teman di blognya tu apa aja, ya? hehe, tiba-tiba mataku menumbuk sebuah blog yang menulis tentang Cari Community. Cari komunitaskah? batinku bertanya-tanya.

Iyap, karena penasaran dan pingin juga mengenal teman baru dari berbagai komunitas, akhirnya aku berkunjung ke situsnya. Ohh, ternyata Cari Community itu semacam media sosial, meski menurutku agak beda dikit bila dibanding dengan media sosial lainnya. Setelah mendaftar dan login, aku iseng-iseng menulusuri apa aja yang ada di Cari Community itu. Oh, setelah saya pikir-pikir lagi, pantes namanya Cari Community, ternyata kita bisa mencari berbagai  komunitas, bahkan kita bisa mendaftarkan komunitas yang sudah terbentuk ke sana agar mudah berkomunikasi, tukar informasi dan lainnya.

Emang sih, menurutku, media sosial yang didirikan oleh Wun Fie Loa dan Andi Sjamsu itu, agar bisa berkembang untuk memenuhi berbagai kebutuhan banyak komunitas harus dikembangkan lagi. Mengingat saat ini kebutuhan orang terhadap media sosial semakin tinggi, tidak hanya untuk eksis tapi juga bisa untuk mengembangkan bisnis.. hehe..

kereta baru telah tiba :)

kereta baru telah tiba 🙂

Eits, aku menemukan komunitas Comuterline. Hayooo, bagi “aktivis” yang suka mondar-mandir khususnya di Jakarta-Bogor pastinya tak asing dunk dengan angkutan masal ini. Bagiku, kereta adalah angkutan yang efektif dan efisien. Ga kejebak kemacetan kecuali di dalam kereta karena penumpang yang berjubel, hihi.. Atau saat musim hujan dan beberapa stasiun ada yang kebanjiran, jadi deh kita pengguna kereta harus mencari alternatif kendaraan lain.

Lho, tiba-tiba pingin berandai-andai, bila pengguna kereta bersatu padu dalam sebuah komunitas yang satu dan “menuntut” dibangungnya rute-rute kereta baru apa ga keren tuh? Maksudnya agar kemacetan sedikit terurai. Misal jalur ke puncak atau ke tempat-tempat wisata. Gimana, asyik, kan?

Yap, di Cari Community itu, selain kita bisa berkomunitas dan berkomunikasi, sebagaimana layananan media yang lainnya. Di sana kita juga bisa share foto di Gallery, ada Kalender, News bahkan ada juga Bussines Assosiates. Dengan daerah yang berbeda-beda. Misal cari komunitas Comuterline di Bogor.. hehe..

Kota Hujan, awal Maret 2014

sumber: http://caricommunity.com/community/communities/cJGb

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: