//
you're reading...
Aneka Lomba

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

KIKI Si Laptop ASUS Series A43E

KIKI Si Laptop ASUS Series A43E

Ceritanya, sekitar tahun 90-an aku sekolah di SD Impres di sebuah dusun di propinsi Jambi. Pada masa itu dusun kami masih di kelilingi hutan, bahkan listrik juga belum ada. Hiburan satu-satunya yang kunikmati adalah membaca buku di perpustakaan SD. Tapi, karena persediaan buku terbatas, aku sering kehabisan bahan bacaan, bahkan semua buku cerita anak-anak di sekolah sudah kubaca. Akhirnya aku sering kebingungan, mau cari koran atau majalah enggak ada kecuali koran bekas yang biasa dipakai bungkus ikan asin. Hingga aku memutuskan untuk menulis cerita sendiri pada sebuah buku yang sewaktu-waktu bisa kubaca-baca lagi.

 
Wow, tiba-tiba saat ke ruang TU di sekolahan aku melihat sebuah mesin ketik mejeng di meja. Wiw, sejak itu akupun selalu memimpikan bagaimana rasanya bila memiliki alat tulis sendiri. Iya, tahun 90-an itu, di kampungku setidaknya aku baru melihat mesin ketik hanya di dua tempat, yaitu di sekolahan dan kantor desa. Nah, bagaiamana mungkin aku yang masih murid SD bermimpi ingin memilikinya?

 
Hoho, aku enggak kehabisan akal. Aku merayu Ibu agar beliau mengabulkan keinginanku itu. Aku (mengobral) janji akan belajar lebih giat dan tekun bila telah memiliki mesin ketik sendiri. Tidak hanya itu, bahkan sudah seperti caleg saja, berbagai bujuk rayu aku gunakan untuk menggaet hati Ibu agar beliau mendukungku. Ait, tapiii, bukan karena Ibu tak ingin membelikan aku mesin ketik itu, hehe, yah, masa itu masih sulit, kebutuhan lain lebih urgen untuk segera dipenuhi, jadilah mesin ketik yang dijanjikan Ibu bila aku menjadi juara umum saat tamat SD itu belum beliau penuhi sampai sekarang. Glek…

 
Hari gini masih mau nagih hadiah mesin ketik? Hoho, enggaklah… Setelah bertahun-tahun mondar-mandir ke rental, minjam laptop teman, pakai laptop kantor, dan lain-lain. Awal 2012 aku memutuskan untuk meminang KIKI. Iyap, sejak pertama kali mataku menatapnya, aku langsung jatuh cinta padanya. KIKI adalah nama yang memang sengaja kusematkan untuknya, pada sebuah laptop hitam dengan merk ASUS series A43E berlayar 14 inch.

KIKI Tampak Depan

KIKI Tampak Depan

Teman, KIKI adalah notebook pertama yang kumiliki dari hasil jerih payahku sendiri. Ceile, dengan perjuangan membanting tulang (ayam), enggak tidur, gali lubang tutup lubang, akhirnya aku bisa juga mendapatkan KIKI si Notebook ASUS yang sudah lama menjadi idam-idamanku.

 
Kini, dua tahun lebih ASUS Series A43E itu menemaniku dalam suka dan duka. KIKI, leptop ASUS itu telah menjadi Notebook Terbaik dan Favoritku. Mengapa aku memilih ASUS? Iya, sebenarnya aku sendiri tak terlalu banyak tahu mengenai sesuatu yang berhubungan dengan komputer atau notebook. Aku baru sebatas penikmat atau pemakai. Hanya saja saat masih milih-milih dan browsing kesana-kemari, teman-teman banyak merekomendasikan agar aku beli ASUS karena “bandel” dan harganya terjangkau.

KIKI Dengan Tampilan Adobe Audition

KIKI Dengan Tampilan Adobe Audition

Meminta bantuan seorang teman di kantor yang memang bagian IT, awal tahun 2012 aku membeli ASUS Series A43E itu dengan harga Rp5 juta. Mungkin selama ini KIKI mengeluh karena aku telah mengeksploitasinya tanpa batas, hanya aku saja yang enggak dengar alias pura-pura enggak tahu. Bayangkan, sebagai presenter di sebuah program radio Cermin Wanita Sholihah, aku bisa mengedit hasil rekaman dialog, mixing dan lain-lainnya dengan program Adobe Audition yang telah kuinstal itu sehari semalam tanpa henti. Tidak hanya itu, karena aku juga “berburu berlian” dengan menjadi penulis lepas, berjam-jam jemariku rela menari-nari di atas tuts-tuts itu sampai pegal. Sering saya bertanya-tanya, jemari indahku saja pegal, KIKI pegal juga enggak, ya, saya pencetin terus? Hehe…

 
Itulah, aktivitas pokok KIKI si leptop ASUS nan manis itu, menulis dan mengedit audio. Bahkan, bisa dibilang aku tak pernah main game kecuali adik tetangga yang suka “membajak” KIKI saat aku berkunjung ke sana. Palingan kalau lagi santai aku nonton film atau belajar mengedit video dengan program Vegas dan belajar meenggambar di Photoshop. Bersyukur dengan durasi pemakaian yang begitu lama, layar yang berukuran 14 inch membuat mataku yang berkaca mata luas memandang. Saat harus mengedit rekaman audio di keramaianpun aku tinggal memakai headphone yang jacknya telah tersedia, pun dengan tempat USB yang tersedia sebanyak 3 buah untuk ukuran 2.0 dan 1 buah USB ukuran 3.0 membuat pemindahan data cepat terlaksana.

KIKI Dengan Tampilan Vegas

KIKI Dengan Tampilan Vegas

Yeah, dua tahun lebih aku telah membersamainya. Di manapun aku berada, saat mudik ke Jambi, mudik ke Mojokerto, Malang, Probolinggo dan tempat-tempat lainnya, KIKI si Notebook ASUS itu selalu menemaniku. Ia adalah Notebook terbaikku. Apakah pernah mengalami keluhan? Aih, berbagai benda elektronik mungkin-mungkin saja tiba-tiba eror, namun dengan garansi 2 tahun yang dimilikinya kita bisa mengajukan klaim selama kerusakannya bukan karena kecerobohan kita sendiri.

 
Lalu, bagaimana dengan hadiah mesin ketik dari Ibu? Hoho, sejak memiliki KIKI, Notebook ASUS Series A43E yang telah menjadi kekasihku itu, meski baru kudapatkan lebih dari 10 tahun kemudian. Janji Ibu lunas sudah, bahkan kalau mau hitung-hitungan, aku tak akan pernah bisa membalas apa yang telah beliau limpahkan padaku.
Kota Hujan, 28 Maret 2014

 

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

2 thoughts on “ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

  1. Wouew (y) Si Kiki keren 🙂

    Posted by sinyoegie | 28 Maret 2014, 6:38 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: