//
you're reading...
Aneka Lomba

Sepulang Mengunjungi Rumah Nyonya Besar

sepulang dari rumah nyonya, eh, ga, ding, lupa dari mana :D

sepulang dari rumah nyonya, eh, ga, ding, lupa dari mana 😀

Hi Nyah…
Permisi, salam kenal, Nya. Saya Ayati Fa dari Bogor, Kota Hujan yang sudah jarang turun hujan itu lho, Nya. Wiw, sekalinya hujan beberapa hari Jakarta kebanjiran. Hehe… Ups, kalau kebanjiran hadiah mau banget lho, Nya. Saya pendatang baru, sebenarnya enggak baru baru amat sih, cuma lama enggak update tulisan di blog lebih dari setahunan. Yaaa, gitu deh Si Dia (Blog) saya biarkan nganggur dalam kesendiriannya tanpa pesan dan alasan. Hiks, itu pun sebenarnya saya kurang gaul, lho, Nya, jadinya belum banyak teman. Kenalkan saya dengan teman-teman Nyonya Besar duong, biar saya jadi lebih banyak belajar menulis dan rajin ngeblog kayak Nyonya, hehee.. *ngarep.com..

 
Wow, asli, Nya, mengunjungi blog Nyonya, bermula dari ketidaksengajaan. Saat lagi mondar-mandir di FB, blusukan di beberapa grup tiba-tiba saya menemukan harta karun, hmm, maksudnya sebuah postingan seseorang yang lagi ngikutin GA-nya Nyonya. Hehe, lumayan kan, Nya, saya pun langsung meluncur dan cari tahu ada apa sih di rumahnya Nyonya Besar. Iya, iya, saya semula memang membayangkan, sebesar apakah Nyonya rumah pemilik rumah ini. Suer, enggak nyangka, Nya, kirain gemuk kayak kartun yang terpampang itu, hihi, ternyata Nyonya Besar modis juga, saya kalah modis malahan. ^_^

 
Gini Nya, setelah mengunjungi blog Nyonya Besar dan saya bandingkan dengan blog saya. Duh, saya jadi agak-agak gimana gitu, Nya. Ga pede, blog saya masih kaku banget tampilannya, gratisan lagi, Nya. Itupun dulu saya minta teman saya untuk membuatkan blog saya itu, Nya.. hehe, lama enggak posting tulisan kadang lupa juga lho, Nya, cara nampilin banner. Semoga diusia yang ketiga blognya Nyonya semakin banyak menebar ilmu dan kisah, ya, Nya. Saya setuju banget ma Nyonya, dengan coretan kita ini semoga bisa menjadi ‘epitaf’ cinta kita pada anak-anak cucu dan generasi kita kelak. Hiks, hiks.. aamiin..

 
Oiya, Nya, maaf ya, saya belum blusukan di blog Nyonya, duh, jadinya saya belum tahu banyak. Tapi yang membuat saya langsung tertarik membaca adalah kategori Rumah Fiksi-nya Nyonya. Cerita-ceritanya menurut saya “dewasa” banget, tapi mengena. Saya jadi teringat saat dulu masih tinggal di Asrama Putri saya sering membaca kisah-kisah serupa tema itu, perselingkuhan, perceraian, poligami, mandul dan sejenisnya. Wow, temanya perempuan banget, Nya. Meskipun sebenarnya saya masih unyu-unyu, hihi, enggak ding, bohong kalau ini, tepatnya sudah lebih dari seperempat abad. Hanya saja, Nya, saya kadang jadi ngeri juga kalau membaca kisah yang semisal “Lelaki Bayaran” itu. Kejam-kejam-kejam! Meskipun dia itu Ibu Tiri, bukankah dia perempuan juga, Nya? Tidaaakkk…! Mengapa dia begitu tega melakukannya kepada sesama perempuan, di mana letak perikewanitaannya? Kenapa Nyonya tega sekali menuliskan kisah seperti itu, apakah Nyonya melihat perselingkuhan itu dengan mata kepala Nyonya Besar sendiri. Mana, mana buktinya, mana, tanpa bukti itu hanyalah HOAK, Nya, apakah Nyonya tak tahu itu? *Sadar, sadar woi, sadar…! ^_^

 
Iya, Nya, terkadang saya bingung dan terkaget-kaget, apakah kisah fiksi itu muncul karena sebelumnya memang telah ada faktanya atau fakta dulu baru dibuat kisahnya? *Eh, itu, mah sama aja, ya? Hehehe…

 
Selamat berkarya Nyonya Besar, salam kenal dan semoga kita semua senantiasa menebarkan kebaikan.. Aamiin. Kapan-kapan saya main-main ke rumah Nyonya Besar, ya, Nya. Mohon suguhi saya Puding Tahu Sutra. *Mau banget ^_^

 
Kota Hujan, 30 Maret 2014

 

nyonya besar

Postingan ini diikutkan dalam Nyonya Besar Give Away

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

6 thoughts on “Sepulang Mengunjungi Rumah Nyonya Besar

  1. hallo mba.. nyonya besar datang *dadah dadah ala miss universe*

    makasih sudah berpartisipasi mba 😉

    Posted by eda | 2 April 2014, 3:18 pm
    • halloo juga, Mbak.. dadah-dadah juga dari balik jendela kamar, Masuknya lewat sini Nyonya, bukan situ pintu masuknnya, itu kandang sapi, eh salah.. 😀 *becanda Mbak..

      Makasih Mbak Eda sudah berkunjung.. inilah rumah saya yang masih perlu diperbaiki dan direnovasi…. 🙂

      Posted by Ayatifa | 3 April 2014, 7:59 am
  2. Satu lagi sudut pandang baru tentang nyonya besar. Hihihi. Sukses yaaaaaaaa Mbaaa..

    Posted by danirachmat | 8 April 2014, 12:46 pm
  3. rumah nyonya banyak harta karunnya ya. jadi makin penasaran sama blognya. moga menang, mbakk

    Posted by Ila Rizky (@ila_rizky) | 18 April 2014, 3:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 8,598 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: