//
you're reading...
Aneka Lomba

Your Identity

Horaaaa…!!! Masa putih abu-abu akan segera berakhir…! Siang itu sepulang sekolah aku bahagia banget karena sebentar lagi akan terbebas dari seragam sekolah yang enggak modis sama sekali. Hehe, enggak ding, sebenarnya aku hanya merasa ribet aja tiap memakai rok ke sekolah. “Ngerinya” itu adalah satu-satunya rok yang kumiliki, karena sehari-hari aku biasa mengenakan celana panjang dan sejenisnya.

 
Hoho, terkadang aku membayangkan, betapa enaknya bila ke sekolah boleh memakai pakaian bebas, jadi kita enggak harus terkungkung seperti sekarang. Tapiii, pikiran itu semua hanya berani muncul di benakku saja, nyatanya aku tetap memakai seragam rok dengan model yang sama untuk siswi satu sekolahan, bahkan mungkin satu kecamatan pun modelnya sama semua.

 
Nah, di saat lagi gembira-gembiranya membayangkan akan bebas memakai celana panjang bahkan yang robek-robek di dengkul. Uhui, keren kan masuk kelas dengan celana belel? Tiba-tiba teman sekelasku nyeletuk yang membuatku hampir pingsan.

 
Katanya, “What, kamu milih belajar di Kota Hujan itu? Yakin, kamu enggak nyesel, di sana banyak orang yang pakai rok, lho?”
Haaa!!! Mendengar kata “Rok” keluar dari mulut manis temenku itu, rasa-rasanya aku pingin melonjak. Bukan kegirangan, tapi saking kagetnya. Haduh, mau menghindar malah harus menghadapinya.

 

Daaannnn, benar saja sodara-sodara. Setelah perjalanan naik bus satu hari satu malam dari kampungku di pedalaman Jambi, akhirnya aku sampai juga ke rumah Kakak di Jakarta. Beberapa hari kemudian aku pun telah menginjakkan kaki di sebuah kota nan sejuk itu, bercelana jins (tapi ga belel), bersepatu kets dan berkaos oblong.

 
Bersama kakak kelas SMA yang sudah lebih dahulu menuntut ilmu di kota itu, aku diantar ke sebuah Asrama Putri. Ruang tamunya luas, berjajar beberapa pasang kursi rotan dengan gagang kayu jati. Wow, asri banget, mataku pun dimanjakan oleh kecantikan alami yang menawan. Klasik, batinku. Tak henti-henti aku celingak-celinguk penasaran ingin tahu dalamnya asrama itu seperti apa.

 
“Kak, kita indak boleh masuk, kah?” Tanyaku penasaran pada kakak kelas yang duduk diam di hadapanku.
“Nanti, kamu boleh masuk, tapi Kakak nunggu di luar. Kan, Asrama Putri, jadi yang boleh masuk hanya yang putri saja,” jawabnya dengan lembut dan tenang.

 
Mendengar jawaban Kakak kelasku itu aku jadi terpesona. Sejak kapan bicaranya jadi lembut begitu, batinku. Ait, belum sempat pertanyaan yang berkecamuk di benakku terjawab, tiba-tiba tirai yang menghubungkan ruang tamu dan ruang dalam asrama tersingkap, menyembul seorang wanita ayu dengan dandanan sederhana, berkerudung putih, berbaju kurung dan memakai rok tentunya.

 
Amazing! Itu belum ada apa-apanya. Jujur, aku dibuat mati gaya duduk di hadapannya. Iya, benar-benar mati gaya. Bukan karena aku harus memakai kerudung seperti mereka yang telah tinggal di Asrama Putri itu. Bukan! Tapi, aku benar-benar merasa skorku telah tertinggal jauh. Wow, kakak berbaju kurung itu manis banget dengan dandanannya yang sederhana, bahasa tuturnya pun lembut tapi bukan yang mendayu-dayu. Belum juga aku memraktikkan pakai jelana jins belel yang sobek-sobek di bagian dengkul itu, tiba-tiba sesuatu menyergap masuk ke relung kalbuku.

 
“Hai, sebenarnya kau ini laki-laki atau perempuan?!” “Sebenarnya kamu ini laki-laki atau perempuan?!” “Kamu laki-laki atau perempuan?!” Berulang-ulang, serasa ada yang menggedor-gedor pintu hatiku. Pun, hingga kakakku pulang ke Jakarta dan kakak kelas kembali ke Asramanya aku lebih banyak diam membisu.

 
ياأْيّهاالنّبي ّقل لأزْواجك وبناتك ونساءالمؤْمنين يدْنين من جلابيبهن ّذلك أدنىأن يعْرفْن فلا يؤْذيْن وكان الله غفورا رحيما (59)

 

“Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.33 al-Azhab:59)

 

Kota Hujan, 30 Maret 2014 (Mengenang awal-awal mengenal busana Muslimah)

 

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I Love Islam dari listeninda dan monilando

i love islam

Iklan

About Ayatifa

Muslimah yang di besarkan di sebuah dusun yang bernama Kuamang Kuning di pedalaman Jambi, aktivitas sehari-harinya lebih banyak 'bersembunyi'. Hijrah ke Bogor untuk memenuhi hasrat petualangan intelektualnya. Menyukai dunia politik khususnya yang berkaitan dengan perempuan, keluarga dan generasi. Lahir di Sragen, 20 Juni lebih dari seperempat abad lalu. ^_^ Saat ini sedang belajar menulis untuk mengekspresikan diri. Memperoleh pengalaman yang sangat berharga saat numpang tinggal bersama Dara Apipb di Asrama Putri Bogor hingga menghantarkannya kepada tiga pertanyaan mendasar, "Dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup di dunia? Dan hendak kemana kita setelah kematian? Terkesan dengan sebuah bait, "Islam akan bangkit dengan atau tanpa kita. Lalu, apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang diam saja atau ke dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya?? Padahal, Islam akan tetap bangkit dengan atau tanpa kita." Belajar melawan, melalui perang pemikiran. Allahu Akbar!!!

Diskusi

8 thoughts on “Your Identity

  1. Artikel yang sangat bagus,,,,
    Perempuan lebih terhormat memakai Hijab yang baik dan sempurna.
    apalagi sifaatnya juga baik…. Wow Bidadari surga….

    Posted by Rizkylendes | 31 Maret 2014, 9:56 am
  2. Masyaallah 🙂

    jadi ingat lagi awal2 memakai hijab :’)

    salam kenal yaaa..

    Posted by srahmadayanti | 2 April 2014, 8:10 am
  3. ceritanya indah banget kak 🙂
    salam ta’aruf ya

    Posted by ninda | 2 April 2014, 12:05 pm
  4. hihi jd teringat… berjilbab itu berproses, dari pake kerudung kecil2 hingga insya Allah skrg nutup dada.. salam hangat ya mba 🙂

    *maap br sempet meninggalkan jejak

    Posted by monika | 5 April 2014, 8:12 am
    • salam hangat kembali.. iya, mbak ni juga kenangan awal-awal mengenal busana muslimah.. alhamdulillah dah berproses makin baik.. aamiin, makasih kunjungannya, Mbak, sy baru buka lepi lagi.. 🙂

      Posted by Ayatifa | 8 April 2014, 11:02 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,150 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: