//
archives

Cerpen

This category contains 5 posts

SI MATA ELANG

Si Mata Elang Ada sebuah lelucon; untuk mengatasi kemacetan Jakarta yang dibutuhkan bukanlah gubernur, tapi hari libur. Dara tersenyum-senyum membacanya. Sebagai salah satu “aktivis” yang sering mondar-mandir Jakarta-Bogor. Ia memang merasakan betul bagaimana kemacetan Jakarta dari tahun ke tahun semakin parah. Bahkan, pernah, saat ada perbaikan tiang pancang di salah satu ruas jalan tol. Ia … Baca lebih lanjut

WANITA BERTOPI BUNDAR

Wanita Bertopi Bundar Jumat sore adalah hari termacet di Jakarta. Menjelang weekend jalanan memang semakin padat. Bagi pekerja yang jauh dari keluarga. Mereka akan bergegas pulang untuk liburan bersama keluarganya. Wanita itu memperlambat laju kendaraannya. Tol lingkar luar Jakarta menuju Jagorawi lumayan ramai lancar. Ia baru saja dari Kampus IPDN di jalan Ampera, Jakarta Selatan. … Baca lebih lanjut

Ninis vs Abang

Ninis vs Abang Ninis duduk tepat di belakang sopir. Badannya terguncang-guncang. Jalanan lintas timur Sumatera yang rusak parah membuat bus yang mengantarkannya ke Jawa bergoyang-goyang. Tatapannya kosong, pikirannyapun melayang ke beberapa hari lalu. Malam Ahad Ninis sendirian di Simpang Kuamang, 30 menit sudah berlalu dari jadwal yang telah disepakati. Hatinya gusar, ditekan ponselnya dengan nama … Baca lebih lanjut

Teganya Kaujual Aku, Fhi!

Teganya Kaujual Aku, Fhi! Brakkkk!!! Aduh, tergores sudah hidungku. Sekejap. Tiba-tiba pelajar berseragam putih abu-abu itu telah berhenti tepat di depanku. Wajahnya pucat, mungkin karena kaget. Untung saja dia tidak terluka, hanya selebor belakang motornya yang patah akibat ciuman mautku. Barangkali karena merasa bersalah memotong jalan tanpa memberi tanda. Kulihat pelajar itu pun berkali-kali meminta … Baca lebih lanjut

Jaring-Jaring Merah

Jaring Jaring Merah by, Helvy Tiana Rosa Apakah kehidupan itu? Cut Dini, temanku, selalu saja marah bila mendengar jawabanku: Hidup adalah cabikan luka. Serpihan tanpa makna. Hari-hari yang meranggas lara. Ya, sebab aku hanya bisa memendam amarah. Bukan, bukan pada rembulan yang mengikutiku saat ini atau pada gugusan bintang yang mengintai pedih dalam liang-liang diri. … Baca lebih lanjut

Assalamu’alaykum…

Demi Masa

Kini

Statistik Blog

  • 9,916 hits

Arsip